Hotel-hotel yang Memanjakan Wanita

April 27, 2013 12:33 PM by

Dari Berlin sampai Brisbane, dari Singapura sampai Swiss, pelaku bisnis perhotelan mencari beragam cara untuk memanjakan tamu wanita mereka. Oleh Afia R Fitriati.

Hotel-hotel yang Memanjakan Wanita_Aquila Style

Dengan semakin banyaknya wanita yang bepergian ke berbagai penjuru dunia, pelaku bisnis perhotelan semakin tertarik dengan segmen pasar yang potensial ini. Dari Berlin sampai ke Brisbane, pengusaha hotel menawarkan aneka layanan yang didesain khusus untuk tamu wanita. Beberapa di antaranya bahkan sampai mempersembahkan kamar dan lantai khusus untuk wanita.

Di Amerika Serikat, di mana kaum wanita sekarang mencapai hampir setengah dari jumlah pelancong bisnis, Ellis Hotel Atlanta, Georgia, adalah salah satu hotel mewah pertama di Amerika Utara yang menawarkan lantai khusus wanita. Majalah wanita, tikar yoga, stoking nilon, dan pengeriting rambut hanyalah sebagian kecil dari sentuhan feminin yang disediakan di sini.

Di negara tetangganya, Kanada, Georgian Court Hotel di Vancouver menyediakan fasilitas serupa di kamar-kamar Orchid Floor mereka. Demikian pula, Bella Sky Hotel di Kopenhagen menciptakan lantai Bella Donna di lantai ke-17, di mana kamar-kamarnya dihiasi dengan bunga-bunga segar dan kamar-kamar mandinya dilengkapi dengan pengering rambut bertenaga tinggi serta cermin-cermin besar, selain pelembap kulit untuk siang dan malam hari. Kamar-kamar ini begitu laris sehingga Georgian Court Hotel berencana untuk menambahkan lagi lantai khusus wanita.

Namun, ada opini yang mempertanyakan apa yang dianggap fasilitas penting dan diinginkan bagi wanita, atau apakah layanan berorientasi gender tersebut memang sungguh diperlukan. ‘Kita telah melalui masa-masa memperjuangkan kesetaraan hak dan ini membuat kita tidak setara,’ kata Marybeth Bond, penulis National Geographic, pendiri gutsytraveler.com dan kontributor perjalanan khusus CNN Television. Tapi Arne Bang Mikkelsen, CEO Bella Sky Hotel, tidak setuju, ‘Ini tidak berbeda dengan wanita yang memiliki klub bersepeda sendiri’.

Di negara-negara maju, di mana wanita bebas melakukan perjalanan sendiri, aspek keamanan dari kamar dan lantai khusus wanita terbukti menjadi fitur hotel yang paling menarik. ‘Lupakan garam mandi dan rangkaian bunga. Saya telah sering melakukan perjalanan bisnis dan saya sering bertemu orang aneh yang mencari wanita-wanita yang sendirian, mengikuti saya keluar dari lift,’ komentar salah satu pembaca pada halaman Huffington Post.

Tamu wanita dapat keluyuran bebas dan menikmati fasilitas hotel tanpa mengenakan abaya

Namun di Arab Saudi, di mana banyak sekali batasan untuk wanita, hal sesederhana seperti kebebasan untuk berjalan-jalan dapat menjadi suatu kemewahan. The Luthan Hotel & Spa di Riyadh, hotel pertama yang semuanya khusus wanita di Kerajaan Arab Saudi, menawarkan kondisi persis seperti itu. Setiap orang yang bekerja di penginapan mewah ini, dari insinyur sampai direktur eksekutifnya, adalah wanita sehingga tamu wanita dapat keluyuran bebas dan menikmati fasilitas hotel tanpa mengenakan abaya.

Yang pasti, tren hotel yang melayani kebutuhan wanita ini terutama bermanfaat bagi wisatawan muslim. Dengan munculnya industri wisata halal, sangat mungkin jumlah hotel yang memanjakan wanita akan semakin banyak pula. The Sultan Beach Hotel dekat resor Bodrum di Turki telah menangkap trend ini. Hotel ini – salah satu hotel pertama di pantai Aegea yang memberlakukan kebijakan Islam di seluruh lingkungan hotel – tidak hanya melarang alkohol, tetapi juga menerapkan pemisahan gender untuk fasilitas kolam renang dan ruang-ruang ibadah.

Nadia Popova, analis industri perjalanan dan pariwisata di Euromonitor International, meyakini akan semakin banyak hotel yang mengambil langkah serupa. Strategi ke pariwisata Islami dapat berfungsi sebagai pembendung krisis utang zona euro. Ia berpendapat, ‘Negara-negara Timur Tengah, termasuk Turki, akan semakin bekerja ekstra dengan menyediakan akomodasi khusus wanita atau makanan halal untuk meningkatkan daya tarik mereka ke basis konsumen konservatif, serta mengurangi dampak negatif dari kekacauan zona euro dan ketidakstabilan politik di wilayah tersebut,’ kata Nadia kepada FT.com.

Meskipun Turki telah mengalami penurunan jumlah wisatawan dari Inggris, Rusia, dan Jerman, permintaan untuk liburan keluarga di negara ini meningkat 200 persen selama lima tahun terakhir. Dengan meningkatnya kemakmuran negara-negara mayoritas muslim di kawasan Teluk dan Asia, tampaknya kemunculan hotel yang memanjakan wanita akan menjadi tren yang menarik untuk disimak dalam beberapa tahun ke depan.

TAGS:

Selanjutnya dari Aquila Style

    There are no related articles yet.

Komentar

comments powered by Disqus